Huftttttt, pagi semua yang lagi merayakan keindahan dan kenikmatan boker di Jumat pagi, dengan tenang, santai, dan bermartabat. Gue sedang menunngu giliran UAS, biasalah nasib anak tahun terakhir di sekolah. Entah apa tujuan adanya giliran buat ulangan. Apa mungkin tuh guru bisa lebih ketat mengawasi anak didiknya saat ulangan seketat celana cabe - cabean? Ah entahlah, padahal kan kebersamaa is the most important thing.
But... ada sebuah mukjizat dan kutukan ketika gue, dan gue merasa itu ngga cuman gue yang ngalamin. Entah emang udah kodratnya, atau bagaimana, nilai ulangan anak - anak giliran yang kedua selalu lebih bagus daripada yang pertama. Itu berasa kayak es degan disaosin, iyaa.. ngga nyambung. Tapi, emang kenyataan di sini kek gitu. *entahkalodisekolahlain*.
Sebenarnya gue berasumsi bahwa yang ulangan dapet giliran kedua itu dapat bagus - bagus karena dapet waktu lebih buat "belajar". Karena, mereka kan bisa tuh sekedar intip - intip ke dalam buat liat soal biadab yang temennya sedang kerjain (sebenernya yang sedang "kerjakan" karena ngga ada banget soal yang dikerjain, emang anak ultah dikerjain?). Okelah, cukup sekian post singkat yang menghabiskan waktu kalian, see ya! :D
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar